Antisipasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah memutus rantai covid19

Cegah covid19 pemuda Bontonyeleng melakukan pencegahan penyebaran covid19 serta memutus rantai covid19 ini tentu dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga serta kepala desa bontonyeleng menghimbau warganya tetap di rumah saja dulu.Dengan itu pemuda bontonyeleng serta kepala desa bontonyeleng melaksanakan pembagian masker di setiap warganya. Pemerintah Desa Bontonyeleng kecamatan Gantarang membagikan masker gratis bagi pengendara dan warga yang melintas dijalan depan pasar tradisional .
Bontonyeleng kegiatan inipun dipimpin langsung oleh Kepala Desa Bontonyeleng menjelaskan pihaknya membagikan masker dan sosialisasi bahaya corona karena virus corona telah meluas menjangkiti Indonesia.Pihaknya melihat masih banyak warga yang belum sadar menggunakan masker sehingga pihaknya berinisiatif membagikan masker gratis, khususnya bagi warga di desanya dan para pengendara yang melintas. Sebelumnya, Pemerintah telah mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat untuk memakai masker guna mencegah penyebaran Covid-19 seluruh warga harus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Masyarakat bisa menggunakan masker kain karena dapat digunakan berulang-ulang setelah di cuci bersih  yang di lakukan juga Demi meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah desa Bontonyeleng kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan salah satunya membuka posko relawan covid-19. Kali ini upaya yang dilakukan yaitu pembukaan posko relawan penanggulangan virus Corona (COVID-19). Posko bertempat di lingkungan kantor desa Bontonyeleng . Posko mulai beroperasi pada hari Kamis 9 April 2020 sampai sekarang , Posko tersebut sebagai salah satu tempat melapor bagi para pendatang atau bagi para warga yang bekerja di daerah zona merah yang pulang di desa Bontonyeleng. Selain di posko, pelaporan juga dapat dilakukan melalui kepada Kepala Dusun wilayah masing -masing maupun ketua RT/RW.Relawan yang ikut berperan serta dalam penjagaan posko yaitu perangkat desa, RT/RW, Anggota BPD, LPMD, tokoh pemuda,serta didampingi oleh Babinsa/Babinkamtibmas. Selain relawan tersebut diatas juga dipersilahkan bagi warga yang ingin ikut berpartisipasi dalam menanggulangi penyebaran virus tersebut, meskipun bukan dalam bentuk tenaga juga dapat menyumbangkan bantuan berupa ilmu maupun bantuan untuk mengkampanyekan social distancing / physical distancing kepada masyarakat.
Sementara itu camat Gantarang Andi Uke Indah Permatasari yang meninjau langsung posko Covid 19 desa Bontonyeleng mengatakan posko-posko tersebut didirikan dengan tujuan untuk menanggulangi penyebaran covid19.kepala desa mengimbau warganya untuk melaksanakan sholat tarawih di rumah, saat pandemic corona Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh kepala desa Bontonyeleng Andi Baso Mauragawali dengan meneruskan maklumat pemerintah kabupaten Bulukumba serta sholat  Tarawih di rumah saat Ramadan tahun ini atau 1441 Hijriah tidak mengurangi sedikitpun ketaatan kepada Allah maupun esensi syiar Islam. Selain itu dengan melakukan shalat di rumah berarti sudah membantu mencegah penyebaran covid19. Andi Baso Mauragawali yang juga Ketua  Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Desa Bontonyeleng ini meminta masyarakat saat ini untuk mengurangi bepergian, namun lebih banyak di rumah. Selain itu juga mengurangi kontak dengan orang lain. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan virus Corona yang menjadi pandemi global.warga yang ada di wilayahnya yang baru pulang dari luar negeri untuk mengisolasi diri. Isolasi mandiri alias self-isolation selama 14 hari itu perlu dilakukan sebagai upaya mencegah dan menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 kepada keluarga, teman, dan orang-orang sekitarnya untuk bisa mencegah penyebaran covid19.
Dalam melakukan sosialisasinya, Puskesmas Bontonyeleng bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Perangkat Kampung, turun ke Kampung-kampung untuk menyampaikan himbauan melalui pengeras suara  dan menjelaskan apa itu Virus Corona, mulai dari gejalanya hingga cara pencegahannya serta himbauan  agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Dalam kegiatan keliling-keliling kampung tersebut, para petugas informasi turut menyampaikan kepada masyarakat agar cepat tanggap pada gejala-gejala Covid-19 (Corona), karena gejala awal yang dirasakan hampir sama dengan gejala sakit pada umumnya seperti demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, lemah lesu dan sesak nafas, karena Virus Corona merupakan penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang bisa berakibat fatal. Jika gejala-gejala tersebut muncul, agar secepatnya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat terbih dahulu.
Masyarakat di wilayah perdesaan harus tetap mengantisipasi perkembangan penyebaran Covid-19 alias virus corona. Setidaknya dua hal penting yang perlu dicermati yaitu dampak langsung bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi desa. Saat ini tercatat ada 74.953 desa di Indonesia dengan potensi terdampak bervariasi.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK, Sonny Harry B Harmadi menjelaskan, antisipasi harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak buruk bagi desa.   “Dari sisi ekonomi, Presiden Jokowi memberi arahan agar program padat karya tunai di desa (PKTD) dilaksanakan sehingga memperkuat daya beli masyarakat desa, Sedangkan dari sisi kesehatan, diperlukan langkah-langkah penyebarluasan informasi yang benar dan jelas, disampaikan dalam bahasa sederhana.Tujuannya supaya masyarakat di desa terinformasi dengan baik apa itu Covid-19, bagaimana pencegahan dan penanganannya.Koordinasi lintas Kementerian/Lembaga sesuai instruksi Menko PMK Muhadjir Effendy terus dilakukan untuk mendukung kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikomandoi Letjen TNI Doni Monardo.
Sebagai tindaklanjut, Menteri Desa PDTT membuat surat edaran agar desa melaksanakan padat karya tunai. Pencairan dana desa juga terus dipercepat untuk memastikan desa dapat melaksanakan kegiatan pembangunan, mengurangi dampak ekonomi Covid-19.
Dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19, Sonny menjelaskan, Kemenkes saat ini sedang menyiapkan informasi praktis dengan penjelasan sederhana tentang apa itu Covid-19. Bagaimana upaya pencegahan dan penanganannya, dan sebagainya.
Sedangkan Kemendagri sedang menyiapkan surat edaran kepada daerah agar melaksanakan langkah-langkah mendukung pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di desa. Kepala desa dan perangkatnya akan disiapkan untuk menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat. Sesuai arahan Presiden, dana desa juga dapat digunakan untuk pencegahan maupun penanganan Covid-19 di desa.
“Kemenko PMK bersama Kemenkeu, Kemendes PDTT dan Kemendagri mendiskusikan beberapa opsi penggunaan dana desa, baik untuk pencegahan maupun sebagai jaring pengaman sosial jika terjadi kedaruratan di desa, dengan tetap memperhatikan aturan keuangan negara.


29,april 2020
Miftahul jannah


Komentar